Home / Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:26 WIB

353 Personil Dikerahkan Dalam Operasi Darat Dan Udara Perkuat Penanganan Karhutlah Di Muara Medak

 

Muba, Expost.id  — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, masih berlangsung. Sebanyak 353 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan operasi darat dan udara untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran menjalar ke area lain.

Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, antara lain Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Tim Reaksi Cepat (TRC), Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), TNI, Polri, Manggala Agni, KPH Lalan Mendis, PT Rimba Hutani Mas (RHM), perusahaan pendukung, serta masyarakat.

Kepala KPH Lalan Mendis Amiril, mengatakan kondisi kebakaran yang dinamis membuat penanganan di lapangan membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai pihak.

“Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara, serta upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” kata Amiril.

Operasi penanganan pada lokasi yang menjadi fokus saat ini berlangsung sejak 15 September 2026. Hingga Minggu sore (4/10/2026), tim gabungan masih melakukan pemadaman, pembasahan, pengendalian penjalaran api, serta pemantauan kondisi di sejumlah titik.

Kolaborasi pengendalian karhutla di wilayah Muara Medak sendiri telah berlangsung sejak periode sebelumnya. Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni XV/Muba Deni Candra Gumelar* mengatakan berbagai unsur telah bekerja bersama sejak munculnya kejadian karhutla di wilayah tersebut pada Juli lalu.

“Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli,” ujar Deni.

Di lapangan, operasi darat didukung enam pompa jinjing, 11 pompa sedang, tujuh pompa induk dan dua pompa apung. Tim juga menggunakan 210 rol selang berukuran 1,5 inci, 110 rol selang 2,5 inci serta 20 Jet Shooter.

Baca Juga :  Penjaringan Bakal Calon Ketua Pengurus KONI Muba

Dukungan alat berat juga dikerahkan untuk membantu penanganan, antara lain 57 ekskavator yang terdiri atas tujuh unit bucket dan 50 unit grapple atau capit serta satu motor grader. Alat berat tersebut digunakan antara lain untuk membuka akses menuju lokasi serta membangun dan memperkuat sekat bakar.

Tim gabungan telah membuat sekat bakar sepanjang sekitar 10 kilometer dengan lebar hingga 50 meter untuk menghambat penjalaran api. Area sekat tersebut juga terus dibasahi, termasuk menggunakan sambuponti, guna menjaga kelembapan dan mengurangi risiko api menyeberang.

Selain dari darat, operasi diperkuat melalui dukungan tiga helikopter, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171. Sejak water bombing dilakukan pada 27 September 2026 hingga Minggu, tercatat sebanyak 345 sorti penerbangan untuk membantu pemadaman dari udara.

Di tengah operasi pemadaman, Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf. Dimas Kurniawan mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dimas.

Sementara itu, sumber awal kebakaran hingga Minggu sore masih dalam proses penelusuran. Berdasarkan pemantauan awal, salah satu area yang terdeteksi mengalami kebakaran tercatat sekitar 0,5 hektare.

Adapun sekitar 5.800 hektare merupakan cakupan wilayah operasi yang meliputi kegiatan pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar serta upaya mencegah penjalaran api. Angka tersebut bukan merupakan luas area terbakar dan masih terus dimutakhirkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Tim gabungan hingga kini masih melanjutkan pemadaman dan pengendalian pada sejumlah titik prioritas. Pola operasi juga terus disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mencegah api kembali muncul maupun menjalar ke wilayah lain.(IW)

Baca Juga :  Kapolda Lampung Dan Forkopimda Monitoring Pengamanan Dan Jalannya Ibadah Natal Di Gereja Bandar Lampung

Share :

Baca Juga

Hiburan

Sanggar Sedulang Setudung Memukau Penonton dengan Kesenian Khas Banyuasin di Festival Sriwijaya 2024”

Nasional

Kejuaraan Pencak Silat Menpora Cup II 2024 Resmi Dibuka di Banyuasin, Sumsel

BANYUASIN

DPRD Banyuasin Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Meski Ada Efisiensi Anggaran

Nasional

Sembilan Rumah Warga Habis Di Amuk Api

Nasional

Dirut PHE Gelar MWT ke PEP Adera Field Agar Operasi Migas Aman dan Andal

BANYUASIN

Banyuasin Mantapkan Langkah Menuju Kabupaten Bebas Rabies 2028

Nasional

Kapolda Lampung Dan Forkopimda Monitoring Pengamanan Dan Jalannya Ibadah Natal Di Gereja Bandar Lampung

Nasional

Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Fokus APP Group Hadapi Musim Karhutla 2026