Banyuasin, Expost.id
– Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kabupaten Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) pada tahun 2028.
Bupati Banyuasin menginstruksikan seluruh camat agar segera mendata populasi hewan penular rabies (HPR), memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai target tersebut.
“Dengan kesepakatan bersama ini saya meminta kepada seluruh camat untuk mendata HPR, mengedukasi masyarakat tentang rabies, dan bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka mencapai Banyuasin Bebas Rabies Tahun 2028.
Saya juga mengimbau masyarakat, ayo dulu-dulur kita wujudkan Kabupaten Banyuasin Bebas Rabies dengan cara bersama-sama menjaga hewan peliharaan,” tegas Bupati Banyuasin, Senin (29/9).
Upaya pencegahan rabies, lanjut Bupati, dapat dilakukan dengan cara tidak melepasliarkan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera; melakukan vaksinasi rabies secara berkala; serta segera membawa korban gigitan ke puskesmas atau rumah sakit.
“Jika ada kasus gigitan, laporkan segera ke Pusat Kesehatan Hewan atau Dinas Perkebunan dan Peternakan. Hewan penggigit yang dicurigai rabies harus dikarantina selama 14 hari,” imbuhnya.
Dokter Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin, drh. Hawdina, menjelaskan bahwa vaksinasi rabies sangat penting untuk mencegah penularan.
“Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan dari hewan ke manusia. Vaksin ini berfungsi untuk pencegahan, sehingga jika hewan sudah divaksin kemungkinan terkena rabies sangat kecil. Vaksin wajib diberikan terutama pada anjing, karena bisa menularkan ke kucing dan kera. Vaksinasi idealnya dilakukan setahun sekali agar perlindungan lebih optimal,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Nanda, seorang pemilik hewan peliharaan di Banyuasin, yang telah mengikuti program vaksinasi rabies.
“Vaksinasi itu penting biar hewan kita sehat. Setelah divaksin, perilaku hewan saya jadi lebih baik dan tambah sehat. Apalagi vaksin ini gratis, jadi sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Banyuasin berharap gerakan bersama masyarakat, pemerintah, dan tenaga medis dapat mempercepat terwujudnya Banyuasin sebagai daerah bebas rabies di tahun 2028.(Arie id)
?











