Home / Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 17:30 WIB

Bangun Menara Api 32 Meter Pantau Karhutlah Di Musi Banyuasin

Muba, Expost.id  — Pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dilakukan selama 24 jam melalui menara api yang berada di Distrik Sembilang, wilayah operasional PT Sumber Hijau Permai (SHP).

Menara setinggi 32 meter tersebut memiliki jangkauan pandang sekitar 7–10 kilometer. Dari titik itu, petugas mengawasi kemunculan asap maupun indikasi kebakaran agar informasi dapat segera diteruskan untuk ditindaklanjuti di lapangan.

Pada siang hari, pemantauan dilakukan personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) bersama Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) yang juga melakukan patroli. Sementara pada malam hari, dua personel RPK berjaga secara bergantian.

Petugas di menara dilengkapi teropong, GPS, kompas, radio komunikasi, serta alat pelindung diri. Hasil pengamatan diperbarui kepada Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) setiap satu jam. Jika ditemukan asap atau indikasi kebakaran, informasi mengenai lokasi dan arah kejadian langsung dilaporkan untuk diverifikasi.

“Dalam pengendalian karhutla, kecepatan informasi sangat menentukan respons di lapangan. Karena itu, setiap indikasi yang terlihat dari menara maupun ditemukan melalui patroli harus segera diverifikasi dan diteruskan agar tim terdekat dapat bergerak secepat mungkin,” kata *Koordinator Fire Prevention PT Sumber Hijau Permai Opy Caezar.*

Pemantauan tidak hanya mengandalkan menara api. Sejumlah wilayah yang tidak terjangkau pengamatan atau blank spot dipantau melalui patroli menggunakan sepeda motor, mobil, speed boat, hingga drone.

Kendaraan patroli juga membawa peralatan pemadaman mekanis maupun manual agar petugas dapat melakukan penanganan awal apabila menemukan indikasi kebakaran. Sebanyak 30 personel RPK disiapkan untuk mendukung kegiatan pemantauan, patroli, dan penanganan di lapangan.

SHP juga mengoperasikan Dispatch Center untuk mengatur pengerahan personel dan peralatan sesuai lokasi kejadian. Informasi yang masuk melalui Puskodal diteruskan kepada tim yang berada paling dekat dengan titik yang perlu diperiksa.

Baca Juga :  Parkir Elektronik Ratusan Juta Terbengkalai, DPRD Prabumulih Desak Segera di Fungsikan

Dengan mekanisme tersebut, personel tidak harus bergerak dari satu titik terpusat. Tim dapat dikerahkan dari wilayah terdekat, sementara personel tambahan disiapkan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan.

Salah satu penerapan sistem tersebut terjadi pada 24 Agustus 2026. Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas menara melihat asap membumbung dari arah wilayah di luar konsesi perusahaan.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Puskodal dan diteruskan kepada Dispatch Center. Tim lapangan selanjutnya bergerak melakukan pengecekan hingga menemukan area yang terbakar.

Menurut Opy, pola pemantauan dan respons tersebut terus dijalankan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, mengingat kondisi di lapangan dapat berubah dalam waktu cepat.

Penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi dengan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional, terutama karena kebakaran dapat terjadi melintasi batas-batas pengelolaan kawasan.

“[Quote Amiril dari KPH Lalan Mendis.*

Selain pemantauan dan respons cepat, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, kerja sama dengan KMPA, serta pengelolaan sumber air melalui pembangunan embung dan dam zonasi.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari sistem penanganan karhutla yang menghubungkan pemantauan, penyampaian informasi, pengerahan personel, hingga penanganan awal ketika indikasi kebakaran ditemukan.(IW)

Share :

Baca Juga

Nasional

Oknum Jaksa Kejati Jambi Dilaporkan Pengusaha Ke Polda Sumsel Dugaan Kasus Penipuan Proyek Fiktif

Nasional

Siswa Jemur Buku Akibat Terendam Banjir

BANYUASIN

DPRD Banyuasin Bahas Raperda 2025, Bupati Askolani Tegaskan Anggaran Harus Tepat Sasaran”

BANYUASIN

Pertanyaan Besar untuk Negara Hukum: Aparat Bersenjata di Tengah Konflik Korporasi

BANYUASIN

Kreasi KPM PKH Talang Kelapa Jadi Bukti Pemberdayaan Sosial Berbuah Kemandirian

Nasional

Ucapan Selamat Hari Pers Sedunia, Kapolres Muba Harapkan Sinergitas Polri Dan Insan Pers Tetap Terjalin Dan Harmonis

BANYUASIN

DPRD Banyuasin Sahkan Perubahan APBD 2025, Bupati Askolani Apresiasi Sinergi Legislatif dan Eksekutif

BANYUASIN

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Penanaman Padi Gogo, Banyuasin Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional