Home / Nasional

Jumat, 17 Maret 2023 - 14:29 WIB

Oknum Jaksa Kejati Jambi Dilaporkan Pengusaha Ke Polda Sumsel Dugaan Kasus Penipuan Proyek Fiktif

Palembang,expost.id- Didampingi kuasa hukumnya Supendi SH MH, seorang pengusaha bernama Teguh (52) korban dugaan kasus penipuan dan penggelapan proyek fiktif dengan terlapor oknum jaksa berinisial W yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jambi mendatangi Ditreskrimum Polda Sumsel Kamis (16/3/2023).

Kedatangannya untuk meminta penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel segera menentukan status hukum terlapor W, karena hingga saat ini belum ada kejelasan terkait status hukum terlapor W yang telah dilaporkan di SPKT Polda Sumsel pada 18 Maret 2022 lalu.

Dalam laporannya pelapor Teguh menyebutkan proyek fiktif yang ditawarkan terlapor W adalah proyek jaringan irigasi Lematang di Kota Pagar Alam Sumatra Selatan berjalan sejak 2021 senilai Rp 117 Miliyar. Akibat tertipu pelapor mengalami kerugian Rp 3,1 Miliyar.

Kepada awak media Teguh mengungkapkan penipuan yang ia alami berawal saat terlapor W oknum jaksa membujuknya untuk ikut tender proyek LPSE dengan iming-iming keuntungan yang besar. Dengan bujukan tersebut ia pun mengikuti permintaan jaksa tersebut.

Proyek yang ditawarkan adalah paket pengerjaan dari Dirjen Sumber Daya Air balai besar wilayah sungai Sumatera VII bersumber dari dana APBN dengan nama proyek pembangunan jaringan D. 1 Lematang kota phase 2 total nilai Rp 117 milyar.

“Dimana kami beberapa kali melakukan pertemuan dengan oknum jaksa tersebut, untuk meyakinkan kalau proyek tersebut benar benar ada. Saya percaya saja karena dia jaksa,”ujarnya.

Selain itu karena terlapor adalah jaksa membuatnya yakin kalau proyek benar benar ada dan menjamin uang yang diminta tidak hilang atau tertipu dalam mengikuti tender proyek. Bahka yang lebih meyakinkan lagi kalau proyek tersebut dari KSP staf khusus presiden.

“Setelah menanyakan perihal proyek tersebut saat ada pengumuman LPSE, saya melihat dan saya cek itu benar atau tidak link webset Kabupaten Muara Enim ternyata link benar. Saya pun yakin dengan proyek yang dijanjikan sehingga saya memberikan uang bersama teman saya kepada Agung Satria uang Cash senilai Rp 2 milyar dan Rp 1 milyar ke ibu Dalisa atas perintah oknum jaksa tersebut,” bebernya.

Baca Juga :  Polres Banyuasin Gelar Rakernis Intelijen: Dorong Profesionalisme, 6 Laptop dan 4 Penghargaan Diberikan kepada Kanit Terbaik

Singkat ceritanya lanjut Teguh ia sendiri sudah mendatangi LPSE di Muara Enim ,lalu bertemu dengan pejabat disana kalau memang link LPSE itu resmi dan sampai saat ini masih ada namun penjabat di Muara Enim menjawab siapa yang memberikan pengumuman tersebut.

“Harapan saya agar keadilan ditegakan dan meminta polisi segera menetapkan oknum jaksa yang saya laporkan segera ditetapkan sebagai tersangka. Karena awalnya ia memberikan dan menjanjikan proyek fikti ini,”harapnya.

Dikatakan Teguh, memang dalam laporan yang dibuatnya, penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel telah menetapkan beberapa tersangka, tapi semua tersangka yang telah ditetapkan tersebut dirinya tidak mengenal sama sekali yang dirinya kenal adalah terlapor W oknum jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jambi.

“Kalau saya tidak kenal dan tidak mengikuti perintah W tidak akan terjadi kasus penipuan ini. Karena uang yang saya berikan dengan total 3,1 milyar berdasarkan perintah dari W,”jelasnya.(JN)

Share :

Baca Juga

Nasional

FM Pertamina EP Adera Field Akan Evaluasi operasional seluruh Pekerja

Nasional

PT Swarna Nusa Sentosa Akan Dicabut Setelah Lunas Tagihan Kreditur PKPU

Nasional

Parkir Elektronik Ratusan Juta Terbengkalai, DPRD Prabumulih Desak Segera di Fungsikan

BANYUASIN

Ketua DPRD Banyuasin Puji Polres di HUT Bhayangkara: “Keamanan Adalah Fondasi Pembangunan”

Nasional

Senjang Muba Bergema di Yogyakarta

BANYUASIN

Diduga Jadi Korban Konflik Warisan, Nenek 70 Tahun Diseret ke Meja Hijau: “Kami Yakin Ini Bukan Kasus Pidana”

Nasional

Kapolda Lampung Dan Forkopimda Monitoring Pengamanan Dan Jalannya Ibadah Natal Di Gereja Bandar Lampung

Nasional

Kolaborasi dan Deteksi Dini Jadi Fokus APP Group Hadapi Musim Karhutla 2026