PRABUMULIH, Expost.id – Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih yang juga serentak dengan Pilgub itu rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 27 November tahun ini.
Ada beberapa kandidat yang akan mengikuti tahapan pemilu kada untuk menentukan siapa yang berhak dan pantas memimpin kota ini lima tahun kedepan.
Drs Idham Tegun MM beliau adalah putra asli Prabumulih yang saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2019-2024.
Putra asli Kota Prabumulih lahir pada tanggal 03 Januari 1952. Saat ini masih menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Prabumulih sebagai Wakil ketua Komisi I.
Idham tinggal di Jalan Cemara blok G perumahan Vila Cambai Lestari Kota Prabumulih.
Latar belakang pendidikan putra asli suku Rambang ini yakni, untuk pendidikan akademiknya Idham Tergun menuliskan pada lembaran catatan yang kami baca bahwa dirinya merupakan alumni dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN-RI) Jakarta, atau yang juga dikenal dengan Poltek STIA LAN pada tahun 1987.
Setelah itu dirinya melanjutkan S2 nya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (STIE IPWI) Jakarta yang diselesaikannya pada tahun 1998.
Ayah dari tiga orang putra dan putri yakni Muhammad Rizki, dr Terry Soebhi Sp B dan Karlina Angga Kusuma memiliki motto hidup yang senantiasa menjadi pegangannya yaitu ‘Hidup bermanfaat bagi lingkungan sekitar’
“Semasa kecil dulu sering menulis sebuah motto hidup yakni ingin dapat bermanfaat bagi orang banyak atau berguna bagi lingkungan sekitar,” ungkap kakek dari Naila Sidqia Tergun Soebhi dan Athala Fahri Akhmad Tergun Soebhi ini.
Idham Tergun merupakan anggota DPRD dua periode yakni periode pertama di tahun 2014-2019 dan periode kedua 2019-2024 yang akan segera berakhir pada November mendatang.
Jabatan pernah diembannya, dari Kasub Bag Gaji Setjen Depkes, Kabag Keuangan RS dr Rifai Abdullah Palembang, Dirut dan Keuangan RS dr Rifai Abdullah pada tahun 2004 sampai 2007, Kadishub Kota Prabumulih periode tahun 2008-2010 hingga menjadi Staf Ahli Walikota Prabumulih.
Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini dalam kariernya sebagai Aparatur Sipil (ASN) Negara yang dulu disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) pernah mendapatkan penghargaan Bintang Tanda Jasa, Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI ke empat, Abdurrahman Wahid.
Tanda Jasa ini merupakan sebuah penghargaan bagi PNS yang telah menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan serta prestasi kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Tak hanya Presiden ke empat, dia juga mendapatkan penghargaan Satya Lencana Bhakti Husada dari Presiden RI ke enam Susilo Bambang Yudhoyono serta mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan RI sebagai pegawai negeri yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya.
Mantan Direktur Utama Perusda Petro Prabu pada periode tahun 2010-2012 ini memiliki visi dan misi sebagai bekal bagi dirinya maju sebagai Bacalon Wako dan Wawako ialah lebih terfokus pada pendidikan, Kesehatan dan UMKM. (SM)










