Home / BANYUASIN

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:51 WIB

Kemacetan Warnai Jam Sibuk di Simpang Tegal Binangun

BANYUASIN — Kemacetan seolah menjadi pemandangan rutin di Simpang Empat Tegal Binangun, Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Setiap jam sibuk, arus kendaraan dari berbagai arah bertemu dan berujung pada kepadatan yang menghambat aktivitas warga.

Kondisi tersebut paling terasa pada pagi hari, ketika masyarakat mulai beraktivitas, orang tua mengantar anak ke sekolah, hingga pekerja berangkat mencari nafkah. Tak hanya pagi, kepadatan kembali terjadi pada sore hari saat masyarakat pulang dari tempat kerja.

Arus kendaraan yang padat ditambah kondisi lalu lintas yang dinilai tidak tertata membuat pengendara harus ekstra bersabar. Waktu tempuh pun menjadi lebih panjang, bahkan berpotensi membuat warga terlambat tiba di tempat tujuan.

Supriadi, salah seorang pengendara yang setiap pagi mengantar anaknya ke sekolah, mengaku kemacetan di kawasan tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia bahkan beberapa kali harus menghadapi keterlambatan akibat kendaraan yang menumpuk.

“Kalau pagi macetnya cukup parah. Kami yang mengantar anak sekolah sering terlambat karena kendaraan menumpuk dan tidak teratur,” keluh Supriadi, Selasa (28/07/2026) pagi.

Menurut Supriadi, persoalan kemacetan semakin terasa karena minimnya petugas yang mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. Padahal, kehadiran petugas dinilai penting untuk mengurai kepadatan, khususnya ketika volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk.

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tidak tinggal diam melihat persoalan tersebut. Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret agar kemacetan tidak terus berulang setiap hari.

Salah satu solusi yang diharapkan warga adalah penempatan personel Dishub di Simpang Empat Tegal Binangun pada waktu-waktu rawan kepadatan. Petugas diharapkan dapat mengatur arus kendaraan pada pagi hari, terutama saat jam masuk sekolah dan jam berangkat kerja, serta sore hari ketika masyarakat pulang beraktivitas.

Baca Juga :  Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Resmikan Musholla di TK Adhyaksa VII Banyuasin

Warga menilai, kemacetan di kawasan tersebut tidak seharusnya hanya ditangani setelah terjadi penumpukan kendaraan. Langkah antisipatif diperlukan agar arus lalu lintas tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

“Harapan kami pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan. Minimal ada petugas yang mengatur lalu lintas saat jam sibuk, sehingga kendaraan tidak semrawut dan masyarakat tidak terus dirugikan,” harap warga.

Share :

Baca Juga

BANYUASIN

Debat Publik Ketiga Calon Bupati Banyuasin 2024 Berjalan Sukses

BANYUASIN

Polres Banyuasin Gelar Apel Operasi Ketupat 2025, Pastikan Keamanan Mudik Lebaran

BANYUASIN

Tim Hukum Askolani-Neta Laporkan Rumah Rakyat Banyuasin, Aktivis Nilai Sebagai Bentuk Ketakutan Menjelang Pilkada

BANYUASIN

DPRD Banyuasin Tegas: Komisi III Siap Tindaklanjuti Lahan Warga Terendam Banjir di Tungkal Ilir

BANYUASIN

Banyuasin Raih Peringkat I Nasional, Pemkab Gelar Tasyakuran Swasembada Pangan

BANYUASIN

Pasangan SELFI Daftar ke KPU Banyuasin untuk Pilkada 2025

BANYUASIN

Kapolres Banyuasin Resmikan Rumah Tahfiz Qurratuzzahra, Bentuk Generasi Berakhlak Mulia

BANYUASIN

DPRD Banyuasin Teken Pakta Integritas, Tegaskan Komitmen pada Transparansi dan Kepentingan Rakyat